Xin memang sudah mati, namun ajarannya yang bertahan selama ratusan tahun berhasil menarik simpati sang Burning Celestials.
Kisah Xin sang Ember Spirit tak terlalu beda jauh dari para Celestials Spirit lainnya. Berawal hanya berbentuk gaib saja, pada akhirnya mereka bergabung dengan bentuk fisik tertentu agar dapat berjalan di dunia fisik. Raijin masuk ke dalam tubuh Thunderkeg, Earth Spirit menggunakan patung jendral Kaolin sebagai bentuk fisiknya, lalu bagaimana dengan Ember Spirit? Begini kisahnya.
Alkisah di suatu tempat tersembunyi di dalam Wailing Mountains, ada sebuah tempat bernama Fortress of Flares. Fortress of Flares kini telah ditinggal tak berpenghuni, aula latihannya kini sudah kosong, halaman benteng yang dahulu rimbun kini dipenuhi daun-daun gugur dan debu. Menilik ke dalam ada sebuah kuali berlapis topas, yang disimpan di sebuah mimbar.
Kisah Xin sang Ember Spirit tak terlalu beda jauh dari para Celestials Spirit lainnya. Berawal hanya berbentuk gaib saja, pada akhirnya mereka bergabung dengan bentuk fisik tertentu agar dapat berjalan di dunia fisik. Raijin masuk ke dalam tubuh Thunderkeg, Earth Spirit menggunakan patung jendral Kaolin sebagai bentuk fisiknya, lalu bagaimana dengan Ember Spirit? Begini kisahnya.
Alkisah di suatu tempat tersembunyi di dalam Wailing Mountains, ada sebuah tempat bernama Fortress of Flares. Fortress of Flares kini telah ditinggal tak berpenghuni, aula latihannya kini sudah kosong, halaman benteng yang dahulu rimbun kini dipenuhi daun-daun gugur dan debu. Menilik ke dalam ada sebuah kuali berlapis topas, yang disimpan di sebuah mimbar.
Kuali tersebut berisi abu dan sisa-sisa pembakaran kayu api dari seorang seorang ksatria terhebat bernama Xin. Selama tiga generasi Xin mengajar murid-muridnya serangkaian mantra bernama Bonds of the Guardian Flame. Mantra tersebut diajarkan dengan maksud untuk melatih jasmani dan rohani untuk menahan kerasnya kenyataan di balik tembok benteng.
Sayangnya Xin yang menjadi guru mengundang rasa iri dari oknum tertentu, sehingga di musim gugur Xin pun disergap dan dibunuh. Murid-muridnya pun kini hilang menyebar seperti ditiup angin. Namun mereka bukan pergi begitu saja, ketika tahun menjadi abad, ajaran Xin ternyata masih tersebar lewat bisikan halus dan perbuatannya.
Melihat warisan Xin yang bertahan lama, sang Burning Celestial pun merasa tersentuh, Ia pun putuskan untuk pergi ke Fortress of Flares dan menyalakan kembali abu sisa-sisa pembakaran di kuali topas tersebut. Dari sana muncul bara api yang berpijar dan menampilkan gambaran Xin, sambil dilingkari api. Xin kini lahir kembali sebagai sosok Ember Spirit.
Dengan air muka bijaksana, Xin bersiap kembali untuk berlatih dan melatih, dan menyebarkan api ilmu pengetahuan kepada siapapun yang mencari bimbingannya.
Begitulah kisah Xin sang Ember Spirit, setelah mendengar kisah Xin, Kaolin, dan Raijin, rasanya jadi makin penasaran siapa sosok spirit keempat. Apakah benar spirit keempat adalah sosok Water Spirit? Kita tentu hanya bisa menunggu kabarnya dari Valve dan Icefrog.

Komentar
Posting Komentar